Film bagus tuh nggak cukup cuma ditonton. Di sini, lo bisa kasih rating, tulis ulasan, dan adu pendapat bareng yang sama-sama ngerti. Gabung komunitasnya — seru-seruan bahas yang viral, yang luput dari radar, sampai ending yang masih nyangkut di kepala.
Film-film yang saat ini sedang tayang di bioskop. Lihat jadwal, trailer, dan pemerannya.
Film yang akan segera tayang dibioskop. Lihat tanggal rilis, trailer, dan pemerannya.
Cuplikan film terbaru yang baru saja dirilis. Tonton trailer terkini dan temukan film yang menarik perhatianmu.
Temukan kumpulan kurasi yang menyajikan daftar terstruktur dari berbagai kategori.
Joko Anwar adalah salah satu sutradara dan penulis paling berpengaruh di perfilman Indonesia modern. Ia dikenal karena mengerjakan film Indonesia horo...
Industri film Indonesia telah melahirkan banyak aktor berbakat, namun sedikit yang mampu menunjukkan versatilitas dan kedalaman akting seperti Reza Ra...
Selamat datang di daftar 15 film Indonesia terlaris dengan jumlah penonton terbanyak di bioskop sepanjang masa. Kurasi ini dibuat agar mudah dibaca da...
Badut Gendong menghadirkan antihero dari ketidakberdayaan dan kemarahan, namun karakter Darso yang pasif bikin frustrasi dan susah disukai. Motivasi serta batasan kekuatan jahat badut gendong kurang jelas, korban pembunuhan pun acak tanpa alasan kuat. Visual memikat, elemen budaya segar, tapi banyak logika janggal dan karakter pendukung kurang tergali.
Membawa He-Man ke era modern dengan pendekatan campy dan sadar diri, film ini justru sukses karena merangkul kekonyolan materi aslinya. Akting tanpa beban, humor deadpan, serta aksi penuh warna membuatnya jadi tontonan absurd yang menghibur. CGI kadang lemah, tapi hiburan nostalgia dan referensi lawas tetap jadi daya tarik utamanya.
Masters of the Universe adalah tontonan nostalgia, lucu, dan menghibur tanpa drama berat. Ceritanya memang sederhana dan mudah ketebak, tapi humornya segar, interaksi karakternya hidup, dan visualnya tetap menghormati akar klasik. Skeletor yang teatrikal dan kocak sukses mencuri perhatian. Hasilnya, ini petualangan keluarga yang sangat menyenangkan untuk dinikmati semua kalangan.
Normal menghadirkan aksi brutal, humor berkelas, dan plot intens ala Die Hard versi kota kecil bersalju. Odenkirk tampil karismatik, meski ancaman terasa lemah dan kurang tragedi. Film ini bukan yang terbaik di genre aksi, tapi tetap jadi salah satu tontonan wajib tahun ini berkat eksekusi segar dan sangat menghibur, walau sayangnya rilisnya agak telat di Indonesia.
Children of Heaven (2026) sukses memodifikasi cerita aslinya dengan sentuhan drama khas Indonesia, komedi segar, dan detail yang lebih logis. Chemistry Jared Ali dan Humaira Jahra kuat, didukung penampilan para pemeran pendukung yang mencuri perhatian. Meski ada beberapa detail yang mengganjal, film ini jadi jawaban yang ditunggu penonton film originalnya.
Suamiku Lukaku menampilkan kekerasan intens yang bisa bikin penonton tidak nyaman, tapi pesannya soal pentingnya keluar dari KDRT terasa kuat. Akting Baim Wong effortless, bikin emosi penonton ikut naik turun, sementara Acha cukup solid meski kadang kurang konsisten. Beberapa adegan dramanya terasa adegan sinetron, tapi sinematografi Belitung tetap memanjakan mata.
Film bagus dengan cerita ringan dan pengisi suara yang cocok. Animasi terlihat meningkat dibandingkan film-film animasi indo yang rilis sebelumnya. Kekurangannya, alur ceritanya terlalu sederhana dan konflik kurang didalami, ini lebih cocok untuk anak-anak. Meski begitu, film ini tetap menarik untuk ditonton bersama keluarga.
Scary Movie 6 mencoba memadukan karakter lama dengan karakter baru, tetapi hasilnya terasa dipaksakan. Penulisan naskahnya terlalu berusaha, dan sebagian besar leluconnya kurang lucu. Namun, Shawn Wayans dan Dave Sheridan berhasil mencuri perhatian dengan penampilan mereka yang lucu, bahkan membuat beberapa adegan menjadi penyelamat utama film. Regina Hall dan Lochlyn Munro juga memberikan beberapa momen menarik, meski peran karakter Tuesday tampak tidak penting dan hanya ada untuk referensi pop culture. Penampilan Anna Faris dan Marlon Wayans terasa mengecewakan, dengan subplot yang berpotensi tapi dieksekusi dengan asal-asalan. Beberapa cameo seru, namun bagian penutup ala John Wick kurang cerdas. Secara keseluruhan, film ini menghadirkan sedikit tawa dan beberapa akting menghibur, tetapi tetap terlihat sebagai upaya yang gagal dalam menghidupkan kembali seri ini.
Film ini menghadirkan cerita sedih tentang seorang pria yang berjuang menyelamatkan putrinya yang diculik sindikat. Kerja samanya dengan seorang ayah korban penculikan lain menambah dinamika. Sayangnya, semua ini tidak mampu menyelamatkan film dari kurangnya kedalaman cerita.
Toy Story 5 menghadirkan cerita segar yang relevan dengan masa kini, terutama tentang bagaimana teknologi berpengaruh pada cara anak-anak bermain dan berinteraksi. Woody dan Buzz kini lebih sebagai pendukung, sementara Jessie serta mainan-mainan baru mendapat sorotan utama. Film ini awalnya menggambarkan teknologi sebagai penghalang kreativitas, namun kemudian menunjukkan sisi positifnya yang membantu. Pesannya jelas, penting untuk tidak melupakan esensi masa kecil kita di tengah perkembangan teknologi. Ada nuansa nostalgia yang kuat, ditambah tim Lightyear yang sangat menghibur. Meskipun beberapa karakter lama mendapat waktu tayang lebih sedikit, film ini tetap terasa segar dan menyenangkan.
Menonton The Furious memberikan sensasi yang luar biasa, setara dengan pengalaman menonton The Raid: Redemption dan John Wick Chapter 4. Film ini tidak hanya menampilkan adegan pertarungan terbaik, tetapi juga mendorong batas kemampuan manusia di layar. Setiap karakter digambarkan sangat tangguh, bukan sekadar penjahat yang mudah dikalahkan, sehingga intensitas film terus terjaga. Koreografi pertarungannya memukau, gerakannya cepat namun tetap jelas, penuh kreativitas dan keindahan. Menyaksikan aksi mereka melawan banyak musuh sekaligus terasa nyata dan menegangkan. Walau ada sedikit kekurangan, itu tidak mengurangi kepuasan setelah film selesai. Film ini jadi favoritku sepanjang tahun ini.
Bagus secara visual dan diproduksi dengan baik, tapi terasa ada yang kurang. Bagian akhir, di studio tv seharusnya mendapat porsi lebih besar, apalagi dengan isu sosial politik setelah pengungkapan, dibandingkan kejar-kejaran panjang yang mendominasi cerita. Film ini hanya layak ditonton sekali saja, karena menurutku replayabilitynya kurang.
Film terbaru yang masuk ke database kami. Temukan detail, trailer, dan pemerannya.
Most searched person slider ver
825 poin
Level 6
825 poin
Level 6
700 poin
Level 5
Papan peringkat menampilkan pengguna paling aktif, berdasarkan jumlah poin yang mereka kumpulkan dari kontribusi di komunitas. Menulis ulasan mendalam mendapat 100 poin, sedangkan jika hanya memberikan rating akan mendapat 25 poin. Sistem ini dibuat untuk menghargai kontributor yang konsisten dalam memberikan ulasan dan memberi sorotan pada mereka yang sudah membantu orang lain menemukan konten yang layak ditonton. Ingin naik peringkat? Mulailah dengan berbagi rating dan ulasanmu — kontribusi apapun tetap berarti.