Film bagus tuh nggak cukup cuma ditonton. Di sini, lo bisa kasih rating, tulis ulasan, dan adu pendapat bareng yang sama-sama ngerti. Gabung komunitasnya — seru-seruan bahas yang viral, yang luput dari radar, sampai ending yang masih nyangkut di kepala.
Film-film yang saat ini sedang tayang di bioskop. Lihat jadwal, trailer, dan pemerannya.
Film yang akan segera tayang dibioskop. Lihat tanggal rilis, trailer, dan pemerannya.
Cuplikan film terbaru yang baru saja dirilis. Tonton trailer terkini dan temukan film yang menarik perhatianmu.
Temukan kumpulan kurasi yang menyajikan daftar terstruktur dari berbagai kategori.
Joko Anwar adalah salah satu sutradara dan penulis paling berpengaruh di perfilman Indonesia modern. Ia dikenal karena mengerjakan film Indonesia horo...
Industri film Indonesia telah melahirkan banyak aktor berbakat, namun sedikit yang mampu menunjukkan versatilitas dan kedalaman akting seperti Reza Ra...
Selamat datang di daftar 15 film Indonesia terlaris dengan jumlah penonton terbanyak di bioskop sepanjang masa. Kurasi ini dibuat agar mudah dibaca da...
Star Wars: The Mandalorian and Grogu hadir dengan formula khas serinya, kini dengan bujet lebih besar, visual lebih memukau, dan aksi Grogu yang menonjol. Musik Ludwig Göransson memberikan warna baru. Bagi fans, film ini memuaskan, penuh kehangatan dan aksi, meski penonton baru bisa kehilangan konteks karakter.
Lompatan duo ikonis ke layar lebar menyuguhkan visual megah dan animatronik Grogu yang menggemaskan. Aksi laga ala koboi luar angkasanya intens dengan ritme seimbang dan tidak membosankan. Kekuatan utamanya ada pada kehangatan hubungan emosional "ayah dan anak" antara Din Djarin dan Grogu yang sukses memberikan nyawa pada cerita.
Visual dan desain makhluknya memukau, atmosfer klasik Star Wars terasa hidup lewat set praktikal dan scoring Ludwig Göransson. Namun, narasi film terasa seperti beberapa episode serial yang dijahit kasar, konflik kurang berbobot, tema besar absen, dan aksi sering kurang memorable. Film ini terlalu aman, lebih cocok disebut comfort movie ketimbang terobosan baru Star Wars.
Sunshine Women's Choir menyuguhkan cerita yang mengundang air mata tanpa membingungkan dengan alur maju-mundur, didukung set dan musik yang memperkuat suasana. Akting Ivy Chen dan pemain lain membuat emosi penonton ikut terhanyut. Cocok untuk yang suka drama keluarga menyentuh, layak ditonton tanpa banyak komplain.
Tumbal Proyek ambisius memasukkan banyak genre sekaligus, tapi akhirnya kehilangan fokus dan arah. Cerita jadi lompat-lompat, transisi antar elemen horor berantakan, dan detail narasi kurang matang. Penampilan Kiesha Alvaro kurang meyakinkan, sementara visual gore jadi satu-satunya nilai jual utama. Film ini terasa goyah dan tidak konsisten.
Östlund cerdas menguliti elit budaya yang sok bicara kesetaraan tapi gagal praktik. Museum jadi metafor tajam: seni untuk publik, tapi melayani si kaya. Adegan makan malam para pendonor sangat brilian, disturbing, dan ikonik, mampu mempertanyakan batas seni dan ancaman. The Square adalah satire pedas, humor hitam, dan drama psikologis yang tetap relevan dan menggigit.
Film ini menghadirkan cerita sedih tentang seorang pria yang berjuang menyelamatkan putrinya yang diculik sindikat. Kerja samanya dengan seorang ayah korban penculikan lain menambah dinamika. Sayangnya, semua ini tidak mampu menyelamatkan film dari kurangnya kedalaman cerita.
Toy Story 5 menghadirkan cerita segar yang relevan dengan masa kini, terutama tentang bagaimana teknologi berpengaruh pada cara anak-anak bermain dan berinteraksi. Woody dan Buzz kini lebih sebagai pendukung, sementara Jessie serta mainan-mainan baru mendapat sorotan utama. Film ini awalnya menggambarkan teknologi sebagai penghalang kreativitas, namun kemudian menunjukkan sisi positifnya yang membantu. Pesannya jelas, penting untuk tidak melupakan esensi masa kecil kita di tengah perkembangan teknologi. Ada nuansa nostalgia yang kuat, ditambah tim Lightyear yang sangat menghibur. Meskipun beberapa karakter lama mendapat waktu tayang lebih sedikit, film ini tetap terasa segar dan menyenangkan.
Menonton The Furious memberikan sensasi yang luar biasa, setara dengan pengalaman menonton The Raid: Redemption dan John Wick Chapter 4. Film ini tidak hanya menampilkan adegan pertarungan terbaik, tetapi juga mendorong batas kemampuan manusia di layar. Setiap karakter digambarkan sangat tangguh, bukan sekadar penjahat yang mudah dikalahkan, sehingga intensitas film terus terjaga. Koreografi pertarungannya memukau, gerakannya cepat namun tetap jelas, penuh kreativitas dan keindahan. Menyaksikan aksi mereka melawan banyak musuh sekaligus terasa nyata dan menegangkan. Walau ada sedikit kekurangan, itu tidak mengurangi kepuasan setelah film selesai. Film ini jadi favoritku sepanjang tahun ini.
Bagus secara visual dan diproduksi dengan baik, tapi terasa ada yang kurang. Bagian akhir, di studio tv seharusnya mendapat porsi lebih besar, apalagi dengan isu sosial politik setelah pengungkapan, dibandingkan kejar-kejaran panjang yang mendominasi cerita. Film ini hanya layak ditonton sekali saja, karena menurutku replayabilitynya kurang.
Sebagian besar film ini dipenuhi dengan absurditas dan koreografi pertarungan berdarah yang penuh gaya, menjadikannya tontonan yang sangat menghibur. Aksi-aksinya benar-benar luar akal, bahkan bisa dibilang termasuk yang terbaik di dekade ini. Sangat layak untuk disaksikan di bioskop.
Film ini penuh adegan aksi pertarungan yang nyaris tanpa henti, sampai terasa berlebihan dan agak melelahkan. Durasi film terasa terlalu panjang sekitar setengah jam. Dialognya terasa kaku dan kadang mirip seperti film yang di-dubbing. Meski masih bisa dinikmati jika suka genre ini, film ini hanya cukup sebatas jadi hiburan tanpa menjadi sesuatu yang istimewa.
Film terbaru yang masuk ke database kami. Temukan detail, trailer, dan pemerannya.
Most searched person slider ver
825 poin
Level 6
825 poin
Level 6
700 poin
Level 5
Papan peringkat menampilkan pengguna paling aktif, berdasarkan jumlah poin yang mereka kumpulkan dari kontribusi di komunitas. Menulis ulasan mendalam mendapat 100 poin, sedangkan jika hanya memberikan rating akan mendapat 25 poin. Sistem ini dibuat untuk menghargai kontributor yang konsisten dalam memberikan ulasan dan memberi sorotan pada mereka yang sudah membantu orang lain menemukan konten yang layak ditonton. Ingin naik peringkat? Mulailah dengan berbagi rating dan ulasanmu — kontribusi apapun tetap berarti.