Film bagus tuh nggak cukup cuma ditonton. Di sini, lo bisa kasih rating, tulis ulasan, dan adu pendapat bareng yang sama-sama ngerti. Gabung komunitasnya — seru-seruan bahas yang viral, yang luput dari radar, sampai ending yang masih nyangkut di kepala.
Film-film yang saat ini sedang tayang di bioskop. Lihat jadwal, trailer, dan pemerannya.
Film yang akan segera tayang dibioskop. Lihat tanggal rilis, trailer, dan pemerannya.
Cuplikan film terbaru yang baru saja dirilis. Tonton trailer terkini dan temukan film yang menarik perhatianmu.
Temukan kumpulan kurasi yang menyajikan daftar terstruktur dari berbagai kategori.
Joko Anwar adalah salah satu sutradara dan penulis paling berpengaruh di perfilman Indonesia modern. Ia dikenal karena mengerjakan film Indonesia horo...
Industri film Indonesia telah melahirkan banyak aktor berbakat, namun sedikit yang mampu menunjukkan versatilitas dan kedalaman akting seperti Reza Ra...
Selamat datang di daftar 15 film Indonesia terlaris dengan jumlah penonton terbanyak di bioskop sepanjang masa. Kurasi ini dibuat agar mudah dibaca da...
Nobody Loves Kay hadir segar di tengah dominasi horor dan drama, mengangkat e-sport dengan penceritaan matang dan visual meyakinkan. Karakter pendukung menonjol, namun tokoh utama cenderung egois namun memiliki kegigihan luar biasa dalam mengejar impiannya. Dialog penuh makian terasa berlebihan untuk film remaja. Dinamika cerita lancar, tapi makian mengganggu pengalaman menonton.
Segudang ambisi Spielberg dan Koepp justru membuat Disclosure Day jadi film yang buram, penuh potongan konflik yang direkatkan secara rapuh. Plotnya meloncat-loncat, tensi emosi tak stabil, dan isu konspirasi terasa seperti rangkuman Reddit. Visual, musik, dan akting Blunt-O’Connor memukau, tapi naskahnya tetap meninggalkan keganjilan dan akhir yang tidak memuaskan.
Dwayne Johnson tampil total sebagai Mark Kerr, didukung chemistry intens dengan Emily Blunt. Sinematografi dan editing pertarungan efektif, skor musik klimaks. Sayangnya, naskah kurang mendalam dan narasi terasa datar. The Smashing Machine cocok untuk penonton dewasa pencari drama psikologis, bukan film olahraga penuh inspirasi, tapi tetap meninggalkan kesan kuat.
Main Vaapas Aaunga menawarkan evolusi tema perjalanan jadi pelarian akibat krisis pengungsi, dengan sinematografi sendu lanskap Punjab dan musik A.R. Rahman yang magis. Adegan-adegan puitis, terutama interaksi Keenu dan Afsana, hingga akhir yang menyentuh, menegaskan film ini sebagai seruan kemanusiaan, bukan propaganda. Tontonan wajib bagi pencinta drama romantis berbalut sejarah.
Warkop DKI: Viralin Dong sukses menjaga identitas Warkop sambil mengangkat isu viralitas masa kini. Chemistry para pemain solid, alur cerita rapi, dan nuansa nostalgia terasa kuat. Namun, humor kadang naik turun, beberapa lelucon terasa usang, dan detail cerita kurang logis. Tetap jadi hiburan menyenangkan, terutama untuk penggemar lama.
BACKROOMS memanfaatkan dinding kuning kusam, lampu neon berdengung, dan lorong tak berujung buat atmosfer aneh nan cemas tanpa perlu jumpscare. Temponya lambat, narasi abstrak, pengembangan karakter kurang, tapi sensasi ketakutan psikologisnya buat napas tertahan. Bukan horor untuk semua orang, tapi tetap mimpi buruk yang sulit dilupakan.
Supergirl menampilkan Milly Alcock sebagai Kara dan Jason Momoa sebagai Lobo, menghadirkan banyak humor, emosi. Para pemain lain tampil cukup baik, tapi masalah utama terletak pada naskah dan development cerita yang lemah. Setelah opening dan penjelasan asal-usul Kara di Krypton yang cukup serius, film ini berubah menjadi tontonan dewasa yang berisi minum, umpatan, dan perkelahian. Banyak momen lucu yang justru tidak mengundang tawa, sementara porsi besar film hanya menekankah bahwa Kara tidak peduli apapun kecuali anjingnya. Cerita utama tentang alien muda yang mencari jati diri jadi tersingkir, digantikan alur yang tidak relevan. Supergirl digambarkan sembrono dan tidak bertanggung jawab, karakternya developmentnya terasa dipaksakan di akhir film. Film ini mengecewakan, DC seharusnya bisa memproduksi cerita yang lebih baik dari ini.
Toy Story 5 berhasil membawa kembali kehangatan dan dinamika trilogi terdahulu dengan berfokus pada Jessie sebagai karakter utama. Film ini mengisahkan perubahan Bonnie yang mulai beranjak remaja, beralih dari bermain mainan menuju ketergantungan pada teknologi, sesuatu yang sangat relevan dengan masa kini. Narasinya terasa segar berkat fokus pada relasi antara pemilik dan mainan, serta upaya Jessie mempertemukan Bonnie dengan teman baru di dunia nyata. Buzz dan Woody tetap hadir sebagai karakter pendukung yang menyenangkan walau tidak lagi menjadi pemeran utama. Meski film ini tidak menawarkan solusi tuntas terhadap isu teknologi dan sedikit kurang dalam mengeksplorasi kisah masa lalu Jessie, petualangan kali ini tetap sarat emosi dan sangat menghibur. Secara keseluruhan, Toy Story 5 adalah tambahan yang kuat untuk franchise ini, menghadirkan momen-momen lucu, menyentuh, dan membuat penontonnya menyimak sepanjang film.
Aku sudah lama nunggu film ini karena suka dengan Once dan Begin Again. Tapi ternyata filmnya kurang berkesan. Paul Rudd jadi yang paling mencuri perhatian, sementara Nick Jonas kurang dari segi vokal dia. Arahan John Carney masih bagus dan terasa natural, tapi ceritanya biasa saja, lagu yang diulang-ulang bikin bosan, dan ending-nya tanpa penutup yang jelas. Ini jadi film John Carney yang paling mid bagiku. Tonton aja kalau sudah ada di streaming.
Terkesan dengan perkembangan film animasi indo akhir-akhir ini. Kualitas visual semakin bagus dan tidak kalah dengan animasi barat. Di film ini, animasinnya bagus sekali namun tetap saja, kelemahan film indo ada di sisi cerita. Alir cerita film ini belum mampu mengimbangi kualitas visualnya. Walau begitu, secara keseluruhan, film ini layak dipuji karena bisa membuktikan bahwa animas indo sudah berada di tingkat yang lebih baik.
Film bagus dengan cerita ringan dan pengisi suara yang cocok. Animasi terlihat meningkat dibandingkan film-film animasi indo yang rilis sebelumnya. Kekurangannya, alur ceritanya terlalu sederhana dan konflik kurang didalami, ini lebih cocok untuk anak-anak. Meski begitu, film ini tetap menarik untuk ditonton bersama keluarga.
Scary Movie 6 mencoba memadukan karakter lama dengan karakter baru, tetapi hasilnya terasa dipaksakan. Penulisan naskahnya terlalu berusaha, dan sebagian besar leluconnya kurang lucu. Namun, Shawn Wayans dan Dave Sheridan berhasil mencuri perhatian dengan penampilan mereka yang lucu, bahkan membuat beberapa adegan menjadi penyelamat utama film. Regina Hall dan Lochlyn Munro juga memberikan beberapa momen menarik, meski peran karakter Tuesday tampak tidak penting dan hanya ada untuk referensi pop culture. Penampilan Anna Faris dan Marlon Wayans terasa mengecewakan, dengan subplot yang berpotensi tapi dieksekusi dengan asal-asalan. Beberapa cameo seru, namun bagian penutup ala John Wick kurang cerdas. Secara keseluruhan, film ini menghadirkan sedikit tawa dan beberapa akting menghibur, tetapi tetap terlihat sebagai upaya yang gagal dalam menghidupkan kembali seri ini.
Film terbaru yang masuk ke database kami. Temukan detail, trailer, dan pemerannya.
Most searched person slider ver
825 poin
Level 6
825 poin
Level 6
725 poin
Level 5
Papan peringkat menampilkan pengguna paling aktif, berdasarkan jumlah poin yang mereka kumpulkan dari kontribusi di komunitas. Menulis ulasan mendalam mendapat 100 poin, sedangkan jika hanya memberikan rating akan mendapat 25 poin. Sistem ini dibuat untuk menghargai kontributor yang konsisten dalam memberikan ulasan dan memberi sorotan pada mereka yang sudah membantu orang lain menemukan konten yang layak ditonton. Ingin naik peringkat? Mulailah dengan berbagi rating dan ulasanmu — kontribusi apapun tetap berarti.